UMANews — Universitas Medan Area (UMA) kembali menegaskan dominasinya sebagai perguruan tinggi swasta terdepan di Sumatera Utara yang konsisten mencetak talenta berkualitas internasional. Melalui koordinasi dinamis Biro Inovasi dan Kemitraan (BIK), UMA resmi melangsungkan seleksi tahap awal program Magang Internasional bersama Japan World Business (JWB) untuk Batch 4 dan 5.

Proses seleksi yang berlangsung pada tanggal 19–20 Mei 2026 di Stabat ini diikuti oleh 13 mahasiswa terbaik dari Fakultas Teknik. Sinergi ini mempertegas komitmen nyata UMA untuk terus menjembatani kompetensi akademik mahasiswa dengan kebutuhan riil industri presisi tinggi di Negeri Sakura.
Program magang internasional kali ini dirancang secara spesifik untuk menjawab kebutuhan manufaktur modern dengan pembagian penempatan sebagai berikut:
- Batch 4 (Teknik Mesin) Sebanyak 2 mahasiswa terpilih dari Program Studi Teknik Mesin akan ditempatkan di Nohara Shokai. Penempatan ini merupakan kelanjutan langsung (sustainability program) dari kesuksesan performa luar biasa mahasiswa UMA pada Batch 1 di perusahaan raksasa yang sama. Keberlanjutan ini membuktikan bahwa kualitas kerja mahasiswa UMA diakui dan dipercaya penuh oleh industri global secara jangka panjang.
- Batch 5 (Teknik Sipil) Sebanyak 2 mahasiswa dari Program Studi Teknik Sipil akan ditempatkan di Kyodo Sangyo. Ini menandai ekspansi kemitraan strategis baru yang memperluas portofolio serapan alumni Teknik Sipil UMA di kancah mancanegara, sekaligus menjadi pembuktian bahwa keahlian rancang bangun UMA diakui dengan standar kerja Jepang.
Wakil Rektor Bidang Riset, Bisnis, dan Kerja Sama UMA, Ahmad Rafiki, BBA, MMgt., Ph.D, menjelaskan bahwa keberlanjutan program ini merupakan bagian dari cetak biru (blueprint) kebijakan internasionalisasi kampus yang terstruktur dan terukur.
“Dari aspek kebijakan strategis, keberlanjutan program magang Jepang hingga Batch 4 dan 5 ini merupakan bukti nyata dari restrukturisasi kurikulum kami yang berorientasi global. Universitas berkomitmen penuh membangun jalur birokrasi dan akademik yang memberikan kepastian karier internasional bagi mahasiswa. Kami menyelaraskan pembelajaran di kelas dengan kebutuhan riil industri global, sehingga UMA tidak hanya berkontribusi pada pencapaian IKU , tetapi juga secara nyata meningkatkan daya tawar (market value) lulusan Teknik UMA di pasar kerja internasional,” ujar Ahmad Rafiki.
Sementara itu, Kepala Biro Inovasi dan Kemitraan (BIK) UMA, Dian Fajar Prayoga., menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan pasar internasional dan keberlanjutan ekosistem kemitraan yang aman bagi masa depan mahasiswa.
“Secara visioner, kunci dari branding global UMA terletak pada konsistensi dan kualitas adaptasi mahasiswa kita di luar negeri. Keberhasilan Batch 1 di Nohara Shokai menjadi ‘garansi’ kepercayaan yang membuka pintu bagi Batch 4 hari ini, sementara pembukaan Batch 5 di Kyodo Sangyo memperluas diversifikasi industri bagi prodi lainnya. Tugas utama BIK ke depan adalah menjaga mata rantai kepercayaan internasional ini tetap kokoh. Kami tidak hanya mengantarkan mereka magang, melainkan sedang membangun jembatan karier jangka panjang di mana para peserta magang ini nantinya diproyeksikan untuk langsung direkrut sebagai tenaga kerja tetap di Jepang,” tegas Dian Fajar Prayoga.
Bagi calon mahasiswa dan orang tua, pelaksanaan seleksi ini mengirimkan pesan kuat dan rasional: berkuliah di Fakultas Teknik UMA adalah pilihan investasi masa depan yang paling menjanjinkan di era modern.
Dengan masa tunggu kerja yang mendekati “nol bulan” melalui skema rekrutmen magang internasional langsung ke perusahaan induk di Jepang, UMA sukses menetapkan standar emas (The Gold Standard) baru dalam hal keterserapan lulusan di era ekonomi global. UMA terbukti tidak hanya mencetak sarjana, tetapi langsung mengantarkan mereka ke gerbang karier dunia.
