UMANews — Universitas Medan Area (UMA) kembali menorehkan pencapaian bersejarah di kancah internasional. UMA secara resmi mengumumkan bergabungnya institusi ke dalam jaringan global elit, United Nations Sustainable Development Solutions Network (UN SDSN).

Langkah strategis ini bukan sekadar pencapaian administratif biasa, melainkan sebuah komitmen kuat untuk menempatkan UMA di garis terdepan dalam transformasi global dan inovasi berkelanjutan. Dengan bergabungnya UMA ke dalam jaringan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini, universitas melakukan lompatan besar dari yang semula mengajarkan teori keberlanjutan, kini aktif merekayasa solusi nyata untuk tantangan global.
Wakil Rektor Bidang Riset, Bisnis, dan Kerja Sama UMA, Ahmad Rafiki, BBA, MMgt., Ph.D, menegaskan pentingnya momentum ini bagi masa depan universitas.
“Bergabungnya UMA ke dalam UN SDSN ini secara signifikan memperkuat posisi tawar kita di panggung global. Kolaborasi internasional ini juga menjadi pilar akselerasi utama dalam mewujudkan UMA sebagai Green Digital University yang diakui secara global,” ujar Ahmad Rafiki.
Keanggotaan global ini membuka gerbang peluang eksklusif yang dirancang untuk mempercepat mutu riset dan kualitas lulusan UMA melalui empat pilar utama:
-
Jejaring Strategis Global: Hubungan langsung dengan lebih dari 2.100 universitas dan pusat riset kelas dunia di seluruh belahan bumi.
-
Optimalisasi Sumber Daya: Akses khusus ke basis data premium, riset mutakhir, serta modul pelatihan khusus dari SDG Academy untuk dosen dan mahasiswa.
-
Akses Dana Hibah Dunia: Peluang besar dalam penggalangan dana bersama (joint-fundraising) dan pengajuan hibah riset internasional.
-
Kemitraan Lintas Sektor: Sinergi dengan para pakar dunia untuk merancang solusi nyata atas isu-isu lokal melalui inovasi.
Kepala Biro Inovasi dan Kemitraan (BIK) UMA, Dian Fajar Prayoga, mengajak seluruh elemen universitas untuk bergerak cepat mengambil bagian dalam peluang emas ini.
“Kami mengundang dan mengajak seluruh civitas akademika Universitas Medan Area untuk bergerak aktif memanfaatkan konektivitas global yang baru saja terjalin ini. Momentum ini harus kita optimalkan guna memaksimalkan rekognisi internasional UMA di tingkat dunia,” tegas Dian Fajar.
Dengan masuknya UMA ke dalam ekosistem UN SDSN, universitas membuktikan bahwa riset lokal yang diproduksi di Sumatera Utara kini memiliki jalur langsung untuk bertransformasi memberikan dampak berskala global. Mahasiswa dan lulusan UMA kini dipersiapkan secara nyata untuk memimpin era perekonomian hijau (green economy) masa depan.
