UMANews – Universitas Medan Area (UMA) kembali menunjukkan perannya sebagai institusi yang proaktif terhadap isu sosial dan kemanusiaan. Bekerja sama dengan Bank Muamalat dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), UMA menyelenggarakan seremonial penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sekaligus penyerahan beasiswa bagi mahasiswa yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatera. Kegiatan ini merupakan buah dari koordinasi strategis yang dilakukan Biro Inovasi dan Kemitraan (BIK) UMA dalam upaya meringankan beban ekonomi mahasiswa pascabencana.

Rektor UMA, Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng, M.Sc, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bank Muamalat dan BPKH atas kontribusi nyata mereka. Selain bantuan sosial, MoU yang ditandatangani hari ini menjadi pijakan penting bagi universitas dalam memperluas jejaring industri.
“Penandatanganan MoU ini adalah langkah strategis UMA untuk memperkuat ekosistem manajemen keuangan syariah di lingkungan kampus. Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan mitra industri guna menciptakan lingkungan akademik yang inovatif dan unggul,” ujar Prof. Dadan.
Kepala Regional Sumatera Bank Muamalat, Kadar Budiman, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BPKH serta Rumah Zakat yang disalurkan melalui Bank Muamalat.
“Bank Muamalat siap memberikan pendampingan penuh bagi UMA dalam melakukan ekspansi yang lebih luas terkait manajemen keuangan syariah di perguruan tinggi. Kami ingin memastikan sinergi ini memberikan dampak positif bagi keberlanjutan pendidikan mahasiswa,” ungkap Kadar Budiman.
Satu hal yang menjadi sorotan dalam kegiatan ini adalah keberhasilan tim kerja sama UMA dalam memperjuangkan hak mahasiswa. Wakil Rektor Bidang Riset, Bisnis, dan Kerja Sama, Ahmad Rafiki, BBA, MMgt., Ph.D, mengungkapkan bahwa melalui proses negosiasi yang intens, UMA berhasil meningkatkan kuota penerima bantuan secara signifikan.
“Awalnya hanya 15 mahasiswa yang direkomendasikan, namun setelah dilakukan negosiasi dan pemaparan data yang akurat, alhamdulillah kita mendapatkan kuota 30 orang. Ini adalah peningkatan 100 persen yang membuktikan keberhasilan koordinasi antara UMA dan mitra,” jelas Ahmad Rafiki.

Kepala Biro Inovasi dan Kemitraan (BIK) UMA, Dian Fajar Prayoga, S.Kom, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan ini mempertegas identitas UMA sebagai kampus yang memiliki empati tinggi terhadap kondisi sosial.
“Rangkaian kegiatan ini menegaskan posisi UMA sebagai institusi yang proaktif dalam isu sosial. Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan jejaring global namun tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan yang kuat,” tegas Dian.
Penyerahan beasiswa ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa terdampak bencana untuk tetap fokus menyelesaikan studi mereka. Kerjasama ini juga membuka jalan bagi implementasi program keuangan syariah yang lebih sistematis di lingkungan Universitas Medan Area.
