UMANews – Universitas Medan Area (UMA) menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat tata kelola keamanan dan sosial di Sumatera Utara. Pada Rabu (14/01/2026), delegasi UMA melakukan kunjungan audiensi ke Markas Polrestabes Kota Medan. Langkah ini diambil untuk mengintegrasikan kepakaran akademisi ke dalam lingkup pelayanan publik kepolisian, demi mewujudkan personel Polri yang lebih presisi, tangguh secara mental, dan adaptif terhadap teknologi.
Delegasi UMA yang dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Bisnis, dan Kerja Sama, Ahmad Rafiki, BBA, MMgt., PhD, diterima langsung oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H. Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, UMA menawarkan empat pilar kolaborasi strategis:
-
Pendampingan Mental & Psikologi: Fokus pada manajemen stres dan kesehatan mental bagi anggota Polri, khususnya personel pemegang senjata api, guna memastikan pengambilan keputusan yang tepat di lapangan.
-
Litigasi dan Konsultasi Hukum: Pendampingan oleh praktisi dari Biro Hukum UMA untuk memperkuat analisis hukum pada kasus-kasus kompleks yang ditangani kepolisian.
-
Transformasi Kehumasan: Pelatihan strategi komunikasi publik oleh pakar Ilmu Komunikasi UMA untuk meningkatkan citra institusi dan akurasi informasi di era digital.
-
Inovasi Ketahanan Pangan: Implementasi teknologi Smart Farming di lahan-lahan produktif Polri untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Jean Calvijn, menyambut baik tawaran tersebut dan mengakui bahwa keterlibatan akademisi adalah kunci utama pengembangan SDM Polri saat ini. Beliau menekankan bahwa penguatan kehumasan dan kesehatan mental adalah kebutuhan mendesak yang harus segera diimplementasikan melalui kerja sama formal.
Kepala Biro Inovasi dan Kemitraan (BIK) UMA, Dian Fajar Prayoga, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari transformasi UMA menjadi pusat solusi bagi masalah-masalah di daerah.
“Kerja sama ini menempatkan UMA di jantung perumusan dan pelaksanaan kebijakan daerah. Ini adalah langkah konkret dalam memenuhi IKU 8, di mana dosen dan peneliti kita terlibat langsung dalam membantu instansi negara menyusun serta mengeksekusi kebijakan yang berdampak luas,” ujar Dian.
Dian juga menambahkan bahwa partisipasi UMA dalam mendukung program MBG melalui Smart Farming menunjukkan bahwa universitas tidak hanya berada di “menara gading”, tetapi turun ke lapangan untuk menyelesaikan persoalan gizi dan pangan masyarakat bersama kepolisian.

Pertemuan ini akan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan Memorandum of Agreement (MoA) yang lebih spesifik antar-fakultas. Sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan performa Polrestabes Medan, tetapi juga memberikan ruang bagi dosen UMA untuk melakukan riset terapan yang bermanfaat bagi keamanan dan kesejahteraan warga Kota Medan.
