UMANews – Universitas Medan Area (UMA) menerima kunjungan kerja strategis dari Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan pada Selasa, 13 Januari 2026. Pertemuan ini membahas peluang kolaborasi besar dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia, di mana BBPVP Medan menawarkan program pelatihan bersertifikasi secara gratis bagi mahasiswa dan alumni UMA guna memperpendek masa tunggu kerja setelah lulus.
Dalam audiensi tersebut, perwakilan BBPVP Medan yang berada di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan RI memaparkan komitmennya untuk membantu perguruan tinggi dalam menciptakan tenaga kerja siap pakai. Program pelatihan ini memungkinkan mahasiswa atau alumni UMA memiliki sertifikat kompetensi resmi sebelum mereka meninggalkan bangku perkuliahan.
Selain bagi mahasiswa, BBPVP juga menawarkan program khusus bagi dosen dan tenaga kependidikan (Tendik) untuk dilatih menjadi Asesor Sertifikasi Kompetensi. Langkah ini dipandang sebagai pondasi penting bagi UMA untuk segera mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) secara mandiri.

Kepala Biro Inovasi dan Kemitraan (BIK) UMA, Dian Fajar Prayoga, menyambut antusias tawaran kerja sama ini. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan jawaban konkret dalam pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas.
“Kolaborasi ini sangat diperlukan untuk meningkatkan IKU 2 , yaitu memastikan lulusan kita langsung bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan studi dalam waktu kurang dari satu tahun. Dengan sertifikat kompetensi gratis ini, daya tawar adik-adik mahasiswa di dunia kerja akan meningkat drastis,” jelas Dian.
Lebih lanjut, Dian menambahkan bahwa dukungan BBPVP dalam pembentukan LSP mandiri akan berdampak signifikan pada aspek finansial dan reputasi universitas.
“Pembentukan LSP mandiri akan mendukung capaian IKU 9, yaitu persentase pendapatan non-pendidikan atau income generate. Jadi, UMA tidak hanya bergantung pada UKT, tetapi mampu menghasilkan pendapatan melalui layanan sertifikasi profesional,” tambahnya.
Pihak UMA saat ini tengah melakukan analisis mendalam terhadap teknis pelaksanaan program tersebut. Dalam waktu dekat, kedua belah pihak dijadwalkan akan melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU/MoA) secara formal agar program pelatihan kompetensi ini dapat segera dinikmati oleh seluruh sivitas akademika UMA.
