UMANews — Universitas Medan Area (UMA) terus memantapkan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi terdepan yang menjadi magnet kolaborasi bagi industri keuangan syariah terbesar di tanah air. UMA secara resmi menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran Dewan Komisaris PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) pada Rabu, 15 Juli 2026.
Pertemuan monumental yang berlangsung khidmat di Ruang Rapat Rektorat Kampus UMA ini menjadi tonggak sejarah baru dalam penguatan sinergi antara dunia akademis dan industri perbankan syariah nasional. Kehadiran perwakilan manajemen puncak BSI yang dikoordinasikan langsung melalui BSI Area Medan Kota ini, disambut hangat oleh Rektor UMA, Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc., dengan didampingi oleh Wakil Rektor IV Bidang Riset, Bisnis dan Kerja Sama Ahmad Rafiki, B.BA, M.Mgt, Ph.D
Pertemuan ini dirancang sebagai konsolidasi strategis untuk mengeksplorasi perluasan Islamic Ecosystem di lingkungan kampus, digitalisasi layanan keuangan inklusif, pendanaan riset inovatif, hingga penguatan tata kelola kelembagaan yang selaras dengan visi Green Digital University dan Visi UMA 2035.

Rektor UMA menegaskan bahwa kehadiran Dewan Komisaris BSI merupakan validasi kuat terhadap kapasitas kelembagaan UMA yang dinilai strategis dalam menggerakkan perekonomian syariah berbasis kawasan.
“Dari aspek arah kebijakan makro universitas, silaturahmi dengan Dewan Komisaris PT Bank Syariah Indonesia Tbk ini adalah momentum emas untuk mengawinkan instrumen akademik UMA dengan instrumen finansial syariah nasional. UMA saat ini fokus pada luaran riset inovatif, hilirisasi produk, dan akselerasi teknologi. Dengan dukungan ekosistem keuangan syariah dari BSI, kami optimis mampu mempercepat transformasi hasil riset menjadi unit ekonomi mandiri berwujud university spin-offs serta membuka akses literasi keuangan syariah yang lebih luas bagi ribuan sivitas akademika UMA,” ujar Prof. Dadan Ramdan.
Wakil Rektor IV UMA menyoroti pentingnya menerjemahkan hubungan institusional menjadi penguatan sektor bisnis kampus serta perluasan jejaring strategis global.
“Pertemuan ini mempertegas komitmen UMA dalam memodernisasi tata kelola unit bisnis kampus menuju sistem sirkular digital. Sinergi taktis yang kami formulasikan bersama BSI menyasar pada penyediaan fintech syariah terintegrasi untuk mendukung aktivitas komersialisasi riset, fasilitasi pitch deck bagi startup mahasiswa, hingga pengembangan program pemberdayaan berbasis Smart Farming dan Smart Technology melalui kemitraan strategis. Ini adalah langkah nyata menciptakan efisiensi sekaligus dampak ekonomi riil bagi internal maupun eksternal kampus,” ungkap Ahmad Rafiki.
Sebagai arsitek penggerak kemitraan strategis di UMA, Kepala BIK menekankan kesiapan biro dalam menerjemahkan silaturahmi dewan komisaris ini menjadi draf kerja sama yang terukur dan berorientasi hasil (outcome).
“Secara visioner, Biro Inovasi dan Kemitraan bertindak sebagai pelaksana teknis yang bergerak cepat mengunci momentum kunjungan Dewan Komisaris BSI ini menjadi kerja sama taktis jangka panjang di bawah koordinasi rektorat dan bidang bisnis-kerja sama. Kami segera merumuskan formula implementasi konkret, mulai dari perluasan program magang industri bersertifikat (work placement) bagi mahasiswa, optimalisasi inkubator bisnis untuk akselerasi startup, hingga kolaborasi riset terapan. Target kami jelas: memastikan dokumen kerja sama pasca-pertemuan ini bukan sekadar paper-only, melainkan ekosistem kemitraan makro yang akseleratif dan akuntabel di lapangan,” tegas Dian Fajar Prayoga.
Melalui pertemuan tingkat tinggi ini, UMA dan Bank Syariah Indonesia berkomitmen untuk terus berjalan beriringan menjadi motor penggerak transformasi SDM, ekonomi syariah, dan inovasi berdampak nyata demi kemajuan masyarakat Sumatera Utara.
