UMANews – Menindaklanjuti capaian prestasi di tahun sebelumnya, Universitas Medan Area (UMA) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), dan Kerja Sama tingkat Universitas pada Kamis, 15 Januari 2026. Pertemuan strategis ini mengintegrasikan seluruh lini pimpinan, mulai dari Wakil Rektor, jajaran Wakil Dekan hingga Kepala Biro, untuk menyatukan visi dalam memperkuat dampak (impact), rekognisi, citra (image), dan nilai komersial dari setiap karya akademik.

Transformasi Mindset dan Orientasi Global Wakil Rektor Bidang Riset, Bisnis, dan Kerja Sama, Ahmad Rafiki, BBA, MMgt, Ph.D, dalam paparannya menekankan perlunya perubahan mindset dan budaya kerja yang lebih kompetitif. UMA kini tidak hanya mengejar kuantitas, melainkan kualitas yang berdampak pada indeks World Class University.
“Fokus kita saat ini adalah memperbanyak jumlah Implementation Arrangement (IA) yang aktif dan berkelanjutan daripada sekadar menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tanpa tindak lanjut,” tegas paparan dalam rapat tersebut.
Akselerasi Inovasi dan Hilirisasi Riset Dalam bidang penelitian dan PkM, rapat merumuskan beberapa poin krusial untuk meningkatkan daya saing Dosen dan Mahasiswa:
-
Hilirisasi & Diseminasi: Setiap riset dosen harus didiseminasikan agar mampu menyelesaikan masalah nyata di tengah masyarakat.
-
Komersialisasi HKI & Buku: Mendorong minat Dosen untuk mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan menerbitkan buku melalui UMA Press dengan dukungan insentif yang kompetitif.
-
Mitigasi Publikasi: Melakukan seleksi ketat terhadap jurnal tujuan untuk memitigasi risiko jurnal yang discontinued serta memperkuat kolaborasi riset dengan kampus asing.

Penguatan Ekosistem Kerja Sama Berkelanjutan Kepala Biro Inovasi dan Kemitraan UMA, Dian Fajar Prayoga, menambahkan bahwa kerja sama harus mencakup variasi kegiatan yang lebih luas, mulai dari program pendanaan bersama (matching fund) hingga inisiatif kecil namun rutin seperti co-authorship dan co-host conference.
Strategi ini dirancang untuk memberikan kontribusi nyata pada:
-
Sustainable Development Goals (SDGs): Khususnya pada tujuan air bersih, pertumbuhan ekonomi, inovasi infrastruktur, konsumsi yang bertanggung jawab, dan kemitraan global.
-
Indikator Kinerja Utama (IKU): Terutama pada peningkatan pendapatan non-UKT melalui komersialisasi riset dan keterlibatan pakar dalam kebijakan nasional/daerah.
Rapat koordinasi ini ditutup dengan komitmen untuk melaksanakan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan yang berkelanjutan melalui sistem SINTA dan instrumen internal lainnya. Dengan predikat sebagai Bronze Winner dalam Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2025, UMA optimistis mampu melompat lebih jauh menjadi institusi yang unggul di level internasional.
